π 
π Fatwa Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Buhuts Al-'Ilmiyyah wal Ifta' nomor 18147
❓ Pertanyaan ketiga :
Ψ³: ΩΨ― Ψ΄Ψ§ΨΉ ΩΩ Ψ¨ΨΉΨΆ Ψ§ΩΨ¨ΩΨ―Ψ§Ω ΩΨ³Ψ¨Ψ© Ψ§ΩΩ
Ψ±Ψ£Ψ© Ψ§ΩΩ
Ψ³ΩΩ
Ψ© Ψ¨ΨΉΨ― Ψ§ΩΨ²ΩΨ§Ψ¬ Ψ₯ΩΩ Ψ§Ψ³Ω
Ψ²ΩΨ¬ΩΨ§ Ψ£Ω ΩΩΨ¨Ω، ΩΩ
Ψ«ΩΨ§ ΨͺΨ²ΩΨ¬Ψͺ Ψ²ΩΩΨ¨ Ψ²ΩΨ―Ψ§، ΩΩΩ ΩΨ¬ΩΨ² ΩΩΨ§ Ψ£Ω ΨͺΩΨͺΨ¨: (Ψ²ΩΩΨ¨ Ψ²ΩΨ―) ، Ψ£Ω
ΩΩ Ω
Ω Ψ§ΩΨΨΆΨ§Ψ±Ψ© Ψ§ΩΨΊΨ±Ψ¨ΩΨ© Ψ§ΩΨͺΩ ΩΨ¬Ψ¨ Ψ§Ψ¬ΨͺΩΨ§Ψ¨ΩΨ§ ΩΨ§ΩΨΨ°Ψ± Ω
ΩΩΨ§؟
Tersebar di beberapa negeri sebuah kebiasaan yaitu seorang wanita muslimah yang telah menikah dinisbahkan / disandarkan kepada nama atau gelar / marga suaminya. Misalnya, Zainab menikah dengan Zaid, apakah boleh namanya ditulis seperti ini (Zainab Zaid)? Ataukah ini merupakan kebiasaan barat yang wajib dijauhi dan dihindari?
✒️ Jawaban :
Ψ¬: ΩΨ§ ΩΨ¬ΩΨ² ΩΨ³Ψ¨Ψ© Ψ§ΩΨ₯ΩΨ³Ψ§Ω Ψ₯ΩΩ ΨΊΩΨ± Ψ£Ψ¨ΩΩ،
Tidak boleh menisbahkan seseorang kepada selain bapaknya, Allah Ta'ala berfirman:
{Ψ§Ψ―ْΨΉُΩΩُΩ
ْ ΩΨ’Ψ¨َΨ§Ψ¦ِΩِΩ
ْ ΩُΩَ Ψ£َΩْΨ³َΨ·ُ ΨΉِΩْΨ―َ Ψ§ΩΩَّΩِ}
Artinya: "Panggillah mereka dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil di sisi Allah." (Al-Ahzab : 5)
ΩΩΨ― Ψ¬Ψ§Ψ‘ Ψ§ΩΩΨΉΩΨ― Ψ§ΩΨ΄Ψ―ΩΨ― ΨΉΩΩ Ω
Ω Ψ§ΩΨͺΨ³Ψ¨ Ψ₯ΩΩ ΨΊΩΨ± Ψ£Ψ¨ΩΩ.
Dan juga ada ancaman yang keras bagi barangsiapa yang menisbahkan diri kepada selain bapaknya.
ΩΨΉΩΩ ΩΨ°Ψ§ ΩΩΨ§ ΩΨ¬ΩΨ² ΩΨ³Ψ¨Ψ© Ψ§ΩΩ
Ψ±Ψ£Ψ© Ψ₯ΩΩ Ψ²ΩΨ¬ΩΨ§ ΩΩ
Ψ§ Ψ¬Ψ±Ψͺ Ψ§ΩΨΉΨ§Ψ―Ψ© ΨΉΩΨ― Ψ§ΩΩΩΨ§Ψ±، ΩΩ
Ω ΨͺΨ΄Ψ¨Ω Ψ¨ΩΩ
Ω
Ω Ψ§ΩΩ
Ψ³ΩΩ
ΩΩ.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka tidak boleh bagi seorang wanita menisbahkan diri kepada suaminya, sebagaimana kebiasaan orang - orang kafir dan sebagian kaum muslimin yang meniru mereka.
ΩΨ¨Ψ§ΩΩΩ Ψ§ΩΨͺΩΩΩΩ، ΩΨ΅ΩΩ Ψ§ΩΩΩ ΨΉΩΩ ΩΨ¨ΩΩΨ§ Ω
ΨΩ
Ψ― ΩΨ’ΩΩ ΩΨ΅ΨΨ¨Ω ΩΨ³ΩΩ
.
Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Buhuts Al-'Ilmiyyah wal Ifta'
—————————
Ketua : 'Abdul 'Aziz bin Abdillah bin Baz
Wakil : 'Abdul 'Aziz Alu Asy-Syaikh
π‘ Sumber:
http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?languagename=ar&View=Page&PageID=7817&PageNo=1&BookID=3
ππππππππππ

EmoticonEmoticon